Jiwa Nasionalisme saat ini wajib dipertanyakan, seiring dengan perkembangan era Globalisasi yang sangat-sangat plural, budaya yang diterima oleh kita khususnya para remaja dan Anak-anak di masa ini sangatlah memprihatinkan dan bukan tidak mungkin 10 sampai dengan 20 tahun mendatang anak anak kita tak kenal lagi pahlawannya, tak kenal lagi lagu kebangsaannya, tak kenal lagi warna bendera sendiri bahkan yang sangat memilukan mungkin tak kenal lagi dengan pakaiannya sendiri..Enam puluh tiga tahun sejak diploklamirkan kemerdekaan Indonesia tahun 1945, dan Seratus tahun Kebangkitan Nasional Indonesia 1908, Apa yang terjadi dengan bangsa yang kita cintai ini, Carut Marut Pasca Reformasi belum bisa kita atasi dengan cara seksama, kesenjangan sosial semakin memprihatinkan, kemiskinan semakin meningkat, khusunya kemiskinan moral semakin tinggi, Apakah ini yang dinamakan Era Globalisasi, apakah ini hasil kemerdekaan Indonesia ?
Apakah ini yang diinginkan oleh para pahlawan dan para pendahulu kita ? tentu saja tidak !!, Indonesia Negeri yang besar, Indonesia negeri yang beradap, Indonesia Negeri yang Kaya dengan segala macam kekayaannya, baik dari kebudayaan, adat-istiadat, sumber daya alam yang melimpah ruah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dimana rasa nasionalisme yang pernah dicetuskan oleh para pendiri bangsa ini ditahun 1908, jangan sampai luntur hanya karena Hedonisme yang berkembang, peralihan budaya yang memaksa kita lupa akan budaya sendiri, bahkan lupa akan pakaian sendiri.
Jiwa Nasionalisme Rakyat Indonesia saya yakin masih kuat tertanam di dalam hati setiap insan Indonesia, yang sewaktu waktu timbul dengan segenap jiwa dan raga untuk mencintai Bangsa Indonesia.




